<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Komposter's Weblog</title>
	<atom:link href="http://komposter.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://komposter.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 May 2008 07:07:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='komposter.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Komposter's Weblog</title>
		<link>http://komposter.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://komposter.wordpress.com/osd.xml" title="Komposter&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://komposter.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kompos</title>
		<link>http://komposter.wordpress.com/2008/05/27/kompos/</link>
		<comments>http://komposter.wordpress.com/2008/05/27/kompos/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 06:27:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komposter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kompos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komposter.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komposter.wordpress.com&amp;blog=3827618&amp;post=3&amp;subd=komposter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos</p>
<p><strong>Kompos</strong> adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan <strong>pengomposan</strong> adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan. Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik <a title="Sampah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sampah">sampah</a> mencapai ±80%, sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai.</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<table id="toc" class="toc" border="0" summary="Daftar isi">
<tbody>
<tr>
<td>
<div id="toctitle">
<h2>Daftar isi</h2>
<p><span class="toctoggle">[<a id="togglelink" class="internal" href="toggleToc()">sembunyikan</a>]</span></div>
<ul>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Pendahuluan"><span class="tocnumber">1</span> <span class="toctext">Pendahuluan</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Manfaat_Kompos"><span class="tocnumber">2</span> <span class="toctext">Manfaat Kompos</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Dasar-dasar_Pengomposan"><span class="tocnumber">3</span> <span class="toctext">Dasar-dasar Pengomposan</span></a>
<ul>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Bahan-bahan_yang_Dapat_Dikomposkan"><span class="tocnumber">3.1</span> <span class="toctext">Bahan-bahan yang Dapat Dikomposkan</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Proses_Pengomposan"><span class="tocnumber">3.2</span> <span class="toctext">Proses Pengomposan</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Faktor_yang_mempengaruhi_proses_Pengomposan"><span class="tocnumber">3.3</span> <span class="toctext">Faktor yang mempengaruhi proses Pengomposan</span></a></li>
</ul>
</li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Strategi_Mempercepat_Proses_Pengomposan"><span class="tocnumber">4</span> <span class="toctext">Strategi Mempercepat Proses Pengomposan</span></a>
<ul>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Memanipulasi_Kondisi_Pengomposan"><span class="tocnumber">4.1</span> <span class="toctext">Memanipulasi Kondisi Pengomposan</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Menggunakan_Aktivator_Pengomposan"><span class="tocnumber">4.2</span> <span class="toctext">Menggunakan Aktivator Pengomposan</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Memanipulasi_Kondisi_dan_Menambahkan_Aktivator_Pengomposan"><span class="tocnumber">4.3</span> <span class="toctext">Memanipulasi Kondisi dan Menambahkan Aktivator Pengomposan</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Pertimbangan_untuk_menentukan_strategi_pengomposan"><span class="tocnumber">4.4</span> <span class="toctext">Pertimbangan untuk menentukan strategi pengomposan</span></a></li>
</ul>
</li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Pengomposan_secara_aerobik"><span class="tocnumber">5</span> <span class="toctext">Pengomposan secara aerobik</span></a>
<ul>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Peralatan"><span class="tocnumber">5.1</span> <span class="toctext">Peralatan</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Tahapan_pengomposan"><span class="tocnumber">5.2</span> <span class="toctext">Tahapan pengomposan</span></a></li>
</ul>
</li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Kontrol_proses_produksi_kompos"><span class="tocnumber">6</span> <span class="toctext">Kontrol proses produksi kompos</span></a>
<ul>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Proses_pengontrolan"><span class="tocnumber">6.1</span> <span class="toctext">Proses pengontrolan</span></a></li>
</ul>
</li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Mutu_kompos"><span class="tocnumber">7</span> <span class="toctext">Mutu kompos</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Literatur"><span class="tocnumber">8</span> <span class="toctext">Literatur</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos#Pranala_luar"><span class="tocnumber">9</span> <span class="toctext">Pranala luar</span></a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>//&lt;![CDATA[<br />
 if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); }<br />
//]]&gt;</p>
<p><a id="Pendahuluan" name="Pendahuluan"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Pendahuluan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=1">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pendahuluan</span></h2>
<p>Secara alami bahan-bahan organik akan mengalami penguraian di alam dengan bantuan mikroba maupun biota tanah lainnya. Namun proses pengomposan yang terjadi secara alami berlangsung lama dan lambat. Untuk mempercepat proses pengomposan ini telah banyak dikembangkan teknologi-teknologi pengomposan. Baik pengomposan dengan teknologi sederhana, sedang, maupun teknologi tinggi. Pada prinsipnya pengembangan teknologi pengomposan didasarkan pada proses penguraian bahan organic yang terjadi secara alami. Proses penguraian dioptimalkan sedemikian rupa sehingga pengomposan dapat berjalan dengan lebih cepat dan efisien. Teknologi pengomposan saat ini menjadi sangat penting artinya terutama untuk mengatasi permasalahan limbah organic, seperti untuk mengatasi masalah sampah di kota-kota besar, limbah organik industry, serta limbah pertanian dan perkebunan.</p>
<p>Teknologi pengomposan sampah sangat beragam, baik secara <a title="Aerobik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aerobik">aerobik</a> maupun <a title="Anaerobik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anaerobik">anaerobik</a>, dengan atau tanpa aktivator pengomposan. Aktivator pengomposan yang sudah banyak beredar antara lain PROMI (Promoting Microbes), OrgaDec, SuperDec, ActiComp, BioPos, EM4, Green Phoskko Organic Decomposer dan SUPERFARM (Effective Microorganism)atau menggunakan cacing guna mendapatkan kompos (vermicompost). Setiap aktivator memiliki keunggulan sendiri-sendiri.</p>
<p>Pengomposan secara aerobik paling banyak digunakan, karena mudah dan murah untuk dilakukan, serta tidak membutuhkan kontrol proses yang terlalu sulit. Dekomposisi bahan dilakukan oleh <a title="Mikroorganisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroorganisme">mikroorganisme</a> di dalam bahan itu sendiri dengan bantuan udara. Sedangkan pengomposan secara anaerobik memanfaatkan mikroorganisme yang tidak membutuhkan udara dalam mendegradasi bahan organik.</p>
<p>Hasil akhir dari pengomposan ini merupakan bahan yang sangat dibutuhkan untuk kepentingan tanah-tanah pertanian di Indonesia, sebagai upaya untuk memperbaiki sifat <a title="Kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia">kimia</a>, <a title="Fisika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika">fisika</a> dan <a title="Biologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi">biologi</a> <a title="Tanah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah">tanah</a>, sehingga produksi <a class="mw-redirect" title="Tanaman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanaman">tanaman</a> menjadi lebih tinggi. Kompos yang dihasilkan dari pengomposan sampah dapat digunakan untuk menguatkan struktur lahan kritis, menggemburkan kembali tanah pertanian, menggemburkan kembali tanah petamanan, sebagai bahan penutup sampah di TPA, eklamasi pantai pasca penambangan, dan sebagai media tanaman, serta mengurangi penggunaan <a title="Pupuk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pupuk">pupuk</a> kimia.</p>
<p>Bahan baku pengomposan adalah semua material organik yang mengandung karbon dan nitrogen, seperti kotoran hewan, sampah hijauan, sampah kota, lumpur cair dan limbah industri <a title="Pertanian" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian">pertanian</a>. Berikut disajikan bahan-bahan yang umum dijadikan bahan baku pengomposan.</p>
<table style="border:1px solid #aaaaaa;background:#f9f9f9 none repeat scroll 0 50%;border-collapse:collapse;font-size:95%;margin:1em 1em 1em 0;" border="2" cellspacing="0" cellpadding="4">
<tbody>
<tr>
<td align="center" bgcolor="#669933"><span style="color:#ffffff;">Asal</span></td>
<td align="center" bgcolor="#3399ff"><span style="color:#ffffff;">Bahan</span></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" align="left" bgcolor="#ffcc99"><strong>1. Pertanian</strong></td>
<td colspan="3" align="center" bgcolor="#ffcc99"></td>
</tr>
<tr>
<td align="left">Limbah dan residu tanaman</td>
<td align="left">Jerami dan sekam padi, gulma, batang dan tongkol jagung, semua bagian vegetatif tanaman, batang pisang dan sabut kelapa</td>
</tr>
<tr>
<td align="left">Limbah &amp; residu ternak</td>
<td align="left">Kotoran padat, limbah ternak cair, limbah pakan ternak, cairan biogas</td>
</tr>
<tr>
<td align="left">Tanaman air</td>
<td align="left">Azola, ganggang biru, enceng gondok, gulma air</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" align="left" bgcolor="#ffcc99"><strong>2. Industri</strong></td>
<td colspan="3" align="center" bgcolor="#ffcc99"></td>
</tr>
<tr>
<td align="left">Limbah padat</td>
<td align="left">Serbuk gergaji kayu, blotong, kertas, ampas tebu, limbah kelapa sawit, limbah pengalengan makanan dan pemotongan hewan</td>
</tr>
<tr>
<td align="left">Limbah cair</td>
<td align="left">Alkohol, limbah pengolahan kertas, ajinomoto, limbah pengolahan minyak kelapa sawit</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" align="left" bgcolor="#ffcc99"><strong>3. Limbah rumah tangga</strong></td>
<td colspan="3" align="center" bgcolor="#ffcc99"></td>
</tr>
<tr>
<td align="left">Sampah</td>
<td align="left">Tinja, urin, sampah rumah tangga dan sampah kota</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a id="Manfaat_Kompos" name="Manfaat_Kompos"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Manfaat Kompos" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=2">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Manfaat Kompos</span></h2>
<p>Kompos ibarat multi-vitamin untuk tanah pertanian. Kompos akan meningkatkan kesuburan tanah dan merangsang perakaran yang sehat Kompos memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah dan menghasilkan senyawa yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit.</p>
<p>Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak.</p>
<p>Kompos memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek:</p>
<p>Aspek Ekonomi :</p>
<ol>
<li>Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah</li>
<li>Mengurangi volume/ukuran limbah</li>
<li>Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya</li>
</ol>
<p>Aspek Lingkungan :</p>
<ol>
<li>Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah</li>
<li>Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan</li>
</ol>
<p>Aspek bagi tanah/tanaman:</p>
<ol>
<li>Meningkatkan kesuburan tanah</li>
<li>Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah</li>
<li>Meningkatkan kapasitas jerap air tanah</li>
<li>Meningkatkan aktivitas mikroba tanah</li>
<li>Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)</li>
<li>Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman</li>
<li>Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman</li>
<li>Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah</li>
</ol>
<p><a id="Dasar-dasar_Pengomposan" name="Dasar-dasar_Pengomposan"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Dasar-dasar Pengomposan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=3">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Dasar-dasar Pengomposan</span></h2>
<p><a id="Bahan-bahan_yang_Dapat_Dikomposkan" name="Bahan-bahan_yang_Dapat_Dikomposkan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Bahan-bahan yang Dapat Dikomposkan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=4">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Bahan-bahan yang Dapat Dikomposkan</span></h3>
<p>Pada dasarnya semua bahan-bahan organik padat dapat dikomposkan, misalnya: limbah organik rumah tangga, sampah-sampah organik pasar/kota, kertas, kotoran/limbah peternakan, limbah-limbah pertaniah, limbah-limbah agroindustri, limbah pabrik kertas, limbah pabrik gula, limbah pabrik kelapa sawit, dll. Bahan organik yang sulit untuk dikomposkan antara lain: tulang, tanduk, dan rambut.</p>
<p><a id="Proses_Pengomposan" name="Proses_Pengomposan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Proses Pengomposan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=5">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Proses Pengomposan</span></h3>
<p>Proses pengomposan akan segera berlansung setelah bahan-bahan mentah dicampur. Proses pengomposan secara sederhana dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap aktif dan tahap pematangan. Selama tahap-tahap awal proses, oksigen dan senyawa-senyawa yang mudah terdegradasi akan segera dimanfaatkan oleh mikroba mesofilik. Suhu tumpukan kompos akan meningkat dengan cepat. Demikian pula akan diikuti dengan peningkatan pH kompos. Suhu akan meningkat hingga di atas 50<sup>o</sup> &#8211; 70<sup>o</sup> C. Suhu akan tetap tinggi selama waktu tertentu. Mikroba yang aktif pada kondisi ini adalah mikroba Termofilik, yaitu mikroba yang aktif pada suhu tinggi. Pada saat ini terjadi dekmposisi/penguraian bahan organik yang sangat aktif. Mikroba-mikroba di dalam kompos dengan menggunakan oksigen akan menguraikan bahan organik menjadi CO<sub>2</sub>, uap air dan panas. Setelah sebagian besar bahan telah terurai, maka suhu akan berangsur-angsur mengalami penurunan. Pada saat ini terjadi pematangan kompos tingkat lanjut, yaitu pembentukan komplek liat humus. Selama proses pengomposan akan terjadi penyusutan volume maupun biomassa bahan. Pengurangan ini dapat mencapai 30 – 40% dari volume/bobot awal bahan.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:252px;"><a class="image" title="Skema Proses Pengomposan Aerobik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Proses_dekomposisi.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/4a/Proses_dekomposisi.jpg/250px-Proses_dekomposisi.jpg" border="0" alt="Skema Proses Pengomposan Aerobik" width="250" height="188" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Proses_dekomposisi.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Skema Proses Pengomposan Aerobik</p></div>
</div>
</div>
<p>Proses pengomposan dapat terjadi secara aerobik (menggunakan oksigen) atau anaerobik (tidak ada oksigen). Proses yang dijelaskan sebelumnya adalah proses aerobik, dimana mikroba menggunakan oksigen dalam proses dekomposisi bahan organik. Proses dekomposisi dapat juga terjadi tanpa menggunakan oksigen yang disebut proses anaerobik. Namun, proses ini tidak diinginkan selama proses pengomposan karena akan dihasilkan bau yang tidak sedap. Proses aerobik akan menghasilkan senyawa-senyawa yang berbau tidak sedap, seperti: asam-asam organik (asam asetat, asam butirat, asam valerat, puttrecine), amonia, dan H<sub>2</sub>S.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:252px;"><a class="image" title="Gambar profil suhu dan populasi mikroba selama proses pengomposan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Proses_pengomposan.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/6/61/Proses_pengomposan.jpg/250px-Proses_pengomposan.jpg" border="0" alt="Gambar profil suhu dan populasi mikroba selama proses pengomposan" width="250" height="125" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Proses_pengomposan.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Gambar profil suhu dan populasi mikroba selama proses pengomposan</p></div>
</div>
</div>
<p>Tabel organisme yang terlibat dalam proses pengomposan</p>
<table class="wikitable" border="0">
<tbody>
<tr>
<th>Kelompok Organisme</th>
<th>Organisme</th>
<th>Jumlah/gr kompos</th>
</tr>
<tr>
<td>Mikroflora</td>
<td>Bakteri; Aktinomicetes; Kapang</td>
<td>10<sup>9</sup> &#8211; 10<sup>9</sup>; 10<sup>5</sup> 10<sup>8</sup>; 10<sup>4</sup> &#8211; 10<sup>6</sup></td>
</tr>
<tr>
<td>Mikrofanuna</td>
<td>Protozoa</td>
<td>10<sup>4</sup> &#8211; 10<sup>5</sup></td>
</tr>
<tr>
<td>Makroflora</td>
<td>Jamur tingkat tinggi</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>Makrofauna</td>
<td>Cacing tanah, rayap, semut, kutu, dll</td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Proses pengomposan tergantung pada :</p>
<ol>
<li>Karakteristik bahan yang dikomposkan</li>
<li>Aktivator pengomposan yang dipergunakan</li>
<li>Metode pengomposan yang dilakukan</li>
</ol>
<p><a id="Faktor_yang_mempengaruhi_proses_Pengomposan" name="Faktor_yang_mempengaruhi_proses_Pengomposan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Faktor yang mempengaruhi proses Pengomposan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=6">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Faktor yang mempengaruhi proses Pengomposan</span></h3>
<p>Setiap organisme pendegradasi bahan organik membutuhkan kondisi lingkungan dan bahan yang berbeda-beda. Apabila kondisinya sesuai, maka dekomposer tersebut akan bekerja giat untuk mendekomposisi limbah padat organik. Apabila kondisinya kurang sesuai atau tidak sesuai, maka organisme tersebut akan dorman, pindah ke tempat lain, atau bahkan mati. Menciptakan kondisi yang optimum untuk proses pengomposan sangat menentukan keberhasilan proses pengomposan itu sendiri.</p>
<p>Faktor-faktor yang memperngaruhi proses pengomposan antara lain:</p>
<p><strong>Rasio C/N</strong> Rasio C/N yang efektif untuk proses pengomposan berkisar antara 30: 1 hingga 40:1. Mikroba memecah senyawa C sebagai sumber energi dan menggunakan N untuk sintesis protein. Pada rasio C/N di antara 30 s/d 40 mikroba mendapatkan cukup C untuk energi dan N untuk sintesis protein. Apabila rasio C/N terlalu tinggi, mikroba akan kekurangan N untuk sintesis protein sehingga dekomposisi berjalan lambat.</p>
<p><strong>Ukuran Partikel</strong> Aktivitas mikroba berada diantara permukaan area dan udara. Permukaan area yang lebih luas akan meningkatkan kontak antara mikroba dengan bahan dan proses dekomposisi akan berjalan lebih cepat. Ukuran partikel juga menentukan besarnya ruang antar bahan (porositas). Untuk meningkatkan luas permukaan dapat dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel bahan tersebut.</p>
<p><strong>Aerasi</strong> Pengomposan yang cepat dapat terjadi dalam kondisi yang cukup oksigen(aerob). Aerasi secara alami akan terjadi pada saat terjadi peningkatan suhu yang menyebabkan udara hangat keluar dan udara yang lebih dingin masuk ke dalam tumpukan kompos. Aerasi ditentukan oleh posiritas dan kandungan air bahan(kelembaban). Apabila aerasi terhambat, maka akan terjadi proses anaerob yang akan menghasilkan bau yang tidak sedap. Aerasi dapat ditingkatkan dengan melakukan pembalikan atau mengalirkan udara di dalam tumpukan kompos.</p>
<p><strong>Porositas</strong> Porositas adalah ruang diantara partikel di dalam tumpukan kompos. Porositas dihitung dengan mengukur volume rongga dibagi dengan volume total. Rongga-rongga ini akan diisi oleh air dan udara. Udara akan mensuplay Oksigen untuk proses pengomposan. Apabila rongga dijenuhi oleh air, maka pasokan oksigen akan berkurang dan proses pengomposan juga akan terganggu.</p>
<p><strong>Kelembaban (Moisture content)</strong> Kelembaban memegang peranan yang sangat penting dalam proses metabolisme mikroba dan secara tidak langsung berpengaruh pada suplay oksigen. Mikrooranisme dapat memanfaatkan bahan organik apabila bahan organik tersebut larut di dalam air. Kelembaban 40 &#8211; 60 % adalah kisaran optimum untuk metabolisme mikroba. Apabila kelembaban di bawah 40%, aktivitas mikroba akan mengalami penurunan dan akan lebih rendah lagi pada kelembaban 15%. Apabila kelembaban lebih besar dari 60%, hara akan tercuci, volume udara berkurang, akibatnya aktivitas mikroba akan menurun dan akan terjadi fermentasi anaerobik yang menimbulkan bau tidak sedap.</p>
<p><strong>Temperatur/suhu</strong> Panas dihasilkan dari aktivitas mikroba. Ada hubungan langsung antara peningkatan suhu dengan konsumsi oksigen. Semakin tinggi temperatur akan semakin banyak konsumsi oksigen dan akan semakin cepat pula proses dekomposisi. Peningkatan suhu dapat terjadi dengan cepat pada tumpukan kompos. Temperatur yang berkisar antara 30 &#8211; 60oC menunjukkan aktivitas pengomposan yang cepat. Suhu yang lebih tinggi dari 60oC akan membunuh sebagian mikroba dan hanya mikroba thermofilik saja yang akan tetap bertahan hidup. Suhu yang tinggi juga akan membunuh mikroba-mikroba patogen tanaman dan benih-benih gulma.</p>
<p><strong>pH</strong> Proses pengomposan dapat terjadi pada kisaran pH yang lebar. pH yang optimum untuk proses pengomposan berkisar antara 6.5 sampai 7.5. pH kotoran ternak umumnya berkisar antara 6.8 hingga 7.4. Proses pengomposan sendiri akan menyebabkan perubahan pada bahan organik dan pH bahan itu sendiri. Sebagai contoh, proses pelepasan asam, secara temporer atau lokal, akan menyebabkan penurunan pH (pengasaman), sedangkan produksi amonia dari senyawa-senyawa yang mengandung nitrogen akan meningkatkan pH pada fase-fase awal pengomposan. pH kompos yang sudah matang biasanya mendekati netral.</p>
<p><strong>Kandungan Hara</strong> Kandungan P dan K juga penting dalam proses pengomposan dan bisanya terdapat di dalam kompos-kompos dari peternakan. Hara ini akan dimanfaatkan oleh mikroba selama proses pengomposan.</p>
<p><strong>Kandungan Bahan Berbahaya</strong> Beberapa bahan organik mungkin mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kehidupan mikroba. Logam-logam berat seperti Mg, Cu, Zn, Nickel, Cr adalah beberapa bahan yang termasuk kategori ini. Logam-logam berat akan mengalami imobilisasi selama proses pengomposan.</p>
<p><strong>Lama pengomposan</strong> Lama waktu pengomposan tergantung pada karakteristik bahan yang dikomposakan, metode pengomposan yang dipergunakan dan dengan atau tanpa penambahan aktivator pengomposan. Secara alami pengomposan akan berlangsung dalam waktu beberapa minggu sampai 2 tahun hingga kompos benar-benar matang.</p>
<p>Tabel Kondisi yang optimal untuk mempercepat proses pengomposan (Ryak, 1992)</p>
<table class="wikitable" border="0">
<tbody>
<tr>
<th>Kondisi</th>
<th>Konsisi yang bisa diterima</th>
<th>Ideal</th>
</tr>
<tr>
<td>Rasio C/N</td>
<td>20:1 s/d 40:1</td>
<td>25-35:1</td>
</tr>
<tr>
<td>Kelembaban</td>
<td>40 – 65 %</td>
<td>45 – 62 % berat</td>
</tr>
<tr>
<td>Konsentrasi oksigen tersedia</td>
<td>&gt; 5%</td>
<td>&gt; 10%</td>
</tr>
<tr>
<td>Ukuran partikel</td>
<td>1 inchi</td>
<td>bervariasi</td>
</tr>
<tr>
<td>Bulk Density</td>
<td>1000 lbs/cu yd</td>
<td>1000 lbs/cu yd</td>
</tr>
<tr>
<td>pH</td>
<td>5.5 – 9.0</td>
<td>6.5 – 8.0</td>
</tr>
<tr>
<td>Suhu</td>
<td>43 – 66oC</td>
<td>54 -60oC</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a id="Strategi_Mempercepat_Proses_Pengomposan" name="Strategi_Mempercepat_Proses_Pengomposan"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Strategi Mempercepat Proses Pengomposan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=7">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Strategi Mempercepat Proses Pengomposan</span></h2>
<p>Pengomposan dapat dipercepat dengan beberapa strategi. Secara umum strategi untuk mempercepat proses pengomposan dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu:</p>
<ol>
<li>Menanipulasi kondisi/faktor-faktor yang berpengaruh pada proses pengomposan.</li>
<li>Menambahkan Organisme yang dapat mempercepat proses pengomposan: mikroba pendegradasi bahan organik dan vermikompos (cacing).</li>
<li>Mengambungkan strategi pertama dan kedua.</li>
</ol>
<p><a id="Memanipulasi_Kondisi_Pengomposan" name="Memanipulasi_Kondisi_Pengomposan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Memanipulasi Kondisi Pengomposan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=8">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Memanipulasi Kondisi Pengomposan</span></h3>
<p>Strtegi ini banyak dilakukan di awal-awal berkembangnya teknologi pengomposan. Kondisi atau faktor-faktor pengomposan dibuat seoptimum mungkin. Sebagai contoh, rasio C/N yang optimum adalah 25-35:1. Untuk membuat kondisi ini bahan-bahan yang mengandung rasio C/N tinggi dicampur dengan bahan yang mengandung rasio C/N rendah, seperti kotoran ternak. Ukuran bahan yang besar-besar dicacah sehingga ukurannya cukup kecil dan ideal untuk proses pengomposan. Bahan yang terlalu kering diberi tambahan air atau bahan yang terlalu basah dikeringkan terlebih dahulu sebelum proses pengomposan. Demikian pula untuk faktor-faktor lainnya.</p>
<p><a id="Menggunakan_Aktivator_Pengomposan" name="Menggunakan_Aktivator_Pengomposan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Menggunakan Aktivator Pengomposan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=9">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Menggunakan Aktivator Pengomposan</span></h3>
<p>Strategi yang lebih maju adalah dengan memanfaatkan organisme yang dapat mempercepat proses pengomposan. Organisme yang sudah banyak dimanfaatkan misalnya cacing tanah. Proses pengomposannya disebut vermikompos dan kompos yang dihasilkan dikenal dengan sebutan kascing. Organisme lain yang banyak dipergunakan adalah mikroba, baik bakeri, aktinomicetes, maupuan kapang/cendawan. Saat ini dipasaran banyak sekali beredar aktivator-aktivator pengomposan, misalnya : Promi, OrgaDec, SuperDec, ActiComp, EM4, Stardec, Starbio, BioPos, dan lain-lain.</p>
<p>Promi, OrgaDec, SuperDec, dan ActiComp adalah hasil penelitian Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) dan saat ini telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Aktivator pengomposan ini menggunakan mikroba-mikroba terpilih yang memiliki kemampuan tinggi dalam mendegradasi limbah-limbah padat organik, yaitu: Trichoderma pseudokoningii, Cytopaga sp, Trichoderma harzianum, Pholyota sp, Agraily sp dan FPP (fungi pelapuk putih). Mikroba ini bekerja aktif pada suhu tinggi (termofilik). Aktivator yang dikembangkan oleh BPBPi tidak memerlukan tambahan bahan-bahan lain dan tanpa pengadukan secara berkala. Namun, kompos perlu ditutup/sungkup untuk mempertahankan suhu dan kelembaban agar proses pengomposan berjalan optimal dan cepat. Pengomposan dapat dipercepat hingga 2 minggu untuk bahan-bahan lunak/mudah dikomposakan hingga 2 bulan untuk bahan-bahan keras/sulit dikomposkan.</p>
<p><a id="Memanipulasi_Kondisi_dan_Menambahkan_Aktivator_Pengomposan" name="Memanipulasi_Kondisi_dan_Menambahkan_Aktivator_Pengomposan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Memanipulasi Kondisi dan Menambahkan Aktivator Pengomposan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=10">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Memanipulasi Kondisi dan Menambahkan Aktivator Pengomposan</span></h3>
<p>Strategi proses pengomposan yang saat ini banyak dikembangkan adalah mengabungkan dua strategi di atas. Kondisi pengomposan dibuat seoptimal mungkin dengan menambahkan aktivator pengomposan.</p>
<p><a id="Pertimbangan_untuk_menentukan_strategi_pengomposan" name="Pertimbangan_untuk_menentukan_strategi_pengomposan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Pertimbangan untuk menentukan strategi pengomposan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=11">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pertimbangan untuk menentukan strategi pengomposan</span></h3>
<p>Seringkali tidak dapat menerapkan seluruh strategi pengomposan di atas dalam waktu yang bersamaan. Ada beberapa pertimbangan yang dapat digunakan untuk menentukan strategi pengomposan:</p>
<ol>
<li>Karakteristik bahan yang akan dikomposkan.</li>
<li>Waktu yang tersedia untuk pembuatan kompos.</li>
<li>Biaya yang diperlukan dan hasil yang dapat dicapai.</li>
<li>Tingkat kesulitan pembuatan kompos</li>
</ol>
<p><a id="Pengomposan_secara_aerobik" name="Pengomposan_secara_aerobik"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Pengomposan secara aerobik" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=12">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pengomposan secara aerobik</span></h2>
<p><a id="Peralatan" name="Peralatan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Peralatan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=13">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Peralatan</span></h3>
<p>Peralatan yang dibutuhkan dalam pengomposan secara aerobik terdiri dari peralatan untuk penanganan bahan dan peralatan perlindungan keselamatan dan kesehatan bagi pekerja. Berikut disajikan peralatan yang digunakan.</p>
<ol>
<li>Terowongan udara (Saluran Udara)
<ul>
<li>Digunakan sebagai dasar tumpukan dan saluran udara</li>
<li>Terbuat dari bambu dan rangka penguat dari kayu</li>
<li>Dimensi : panjang 2m, lebar ¼ &#8211; ½ m, tinggi ½ m</li>
<li>Sudut : 45o</li>
<li>Dapat dipakai menahan bahan 2 – 3 ton</li>
</ul>
</li>
<li>Sekop
<ul>
<li>Alat bantu dalam pengayakan dan tugas-tugas lainnya</li>
</ul>
</li>
<li>Garpu/cangkrang
<ul>
<li>Digunakan untuk membantu proses pembalikan tumpukan bahan dan pemilahan sampah</li>
</ul>
</li>
<li>Saringan/ayakan
<ul>
<li>Digunakan untuk mengayak kompos yang sudah matang agar diperoleh ukuran yang sesuai</li>
<li>Ukuran lubang saringan disesuaikan dengan ukuran kompos yang diinginkan</li>
<li>Saringan bisa berbentuk papan saring yang dimiringkan atau saringan putar</li>
</ul>
</li>
<li>Termometer
<ul>
<li>Digunakan untuk mengukur suhu tumpukan</li>
<li>Pada bagian ujungnya dipasang tali untuk mengulur termometer ke bagian dalam tumpukan dan menariknya kembali dengan cepat</li>
<li>Sebaiknya digunakan <a title="Termometer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Termometer">termometer</a> <a title="Alkohol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alkohol">alkohol</a> (bukan air raksa) agar tidak mencemari kompos jika termometer pecah</li>
</ul>
</li>
<li>Timbangan
<ul>
<li>Digunakan untuk mengukur kompos yang akan dikemas sesuai berat yang diinginkan</li>
<li>Jenis timbangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penimbangan dan pengemasan</li>
</ul>
</li>
<li>Sepatu boot
<ul>
<li>Digunakan oleh pekerja untuk melindungi kaki selama bekerja agar terhindar dari bahan-bahan berbahaya</li>
</ul>
</li>
<li>Sarung tangan
<ul>
<li>Digunakan oleh pekerja untuk melindungi tangan selama melakukan pemilahan bahan dan untuk kegiatan lain yang memerlukan perlindungan tangan</li>
</ul>
</li>
<li>Masker
<ul>
<li>Digunakan oleh pekerja untuk melindungi pernafasan dari debu dan gas bahan terbang lainnya</li>
</ul>
</li>
</ol>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:227px;"><a class="image" title="Kompos Bahan Organik dan Kotoran Hewan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kompos.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/df/Kompos.jpg/225px-Kompos.jpg" border="0" alt="Kompos Bahan Organik dan Kotoran Hewan" width="225" height="163" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kompos.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Kompos Bahan Organik dan Kotoran Hewan</p></div>
</div>
</div>
<p>Pengomposan dapat juga menggunakan alat mesin yang berfungsi dalam memberi asupan oksigen serta membalik bahan secara praktis. Komposter Rotary Klin berkapasitas 1 ton bahan sampah mengelola proses membalik bahan dan mengontrol aerasi dengan cara mengayuh pedal serta memutar aerator ( exhaust fan). Penggunaan komposter BioPhoskko disertai aktivator kompos yang tepat akan meningkatkan kerja penguraian bahan (dekomposisi) oleh jasad renik menjadi 5 sampai 7 hari saja.</p>
<p><a id="Tahapan_pengomposan" name="Tahapan_pengomposan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Tahapan pengomposan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=14">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Tahapan pengomposan</span></h3>
<ol>
<li>Pemilahan Sampah
<ul>
<li>Pada tahap ini dilakukan pemisahan sampah organik dari sampah anorganik (barang lapak dan barang berbahaya). Pemilahan harus dilakukan dengan teliti karena akan menentukan kelancaran proses dan mutu kompos yang dihasilkan</li>
</ul>
</li>
<li>Pengecil Ukuran
<ul>
<li>Pengecil ukuran dilakukan untuk memperluas permukaan sampah, sehingga sampah dapat dengan mudah dan cepat didekomposisi menjadi kompos</li>
</ul>
</li>
<li>Penyusunan Tumpukan
<ul>
<li>Bahan organik yang telah melewati tahap pemilahan dan pengecil ukuran kemudian disusun menjadi tumpukan.</li>
<li>Desain penumpukan yang biasa digunakan adalah desain memanjang dengan dimensi panjang x lebar x tinggi = 2m x 12m x 1,75m.</li>
<li>Pada tiap tumpukan dapat diberi terowongan bambu (windrow) yang berfungsi mengalirkan <a title="Udara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Udara">udara</a> di dalam tumpukan.</li>
</ul>
</li>
<li>Pembalikan
<ul>
<li>Pembalikan dilakuan untuk membuang panas yang berlebihan, memasukkan udara segar ke dalam tumpukan bahan, meratakan proses pelapukan di setiap bagian tumpukan, meratakan pemberian air, serta membantu penghancuran bahan menjadi partikel kecil-kecil.</li>
</ul>
</li>
<li>Penyiraman
<ul>
<li>Pembalikan dilakukan terhadap bahan baku dan tumpukan yang terlalu kering (kelembaban kurang dari 50%).</li>
<li>Secara manual perlu tidaknya penyiraman dapat dilakukan dengan memeras segenggam bahan dari bagian dalam tumpukan.</li>
<li>Apabila pada saat digenggam kemudian diperas tidak keluar air, maka tumpukan sampah harus ditambahkan air. sedangkan jika sebelum diperas sudah keluar air, maka tumpukan terlalu basah oleh karena itu perlu dilakukan pembalikan.</li>
</ul>
</li>
<li>Pematangan
<ul>
<li>Setelah pengomposan berjalan 30 – 40 hari, suhu tumpukan akan semakin menurun hingga mendekati suhu ruangan.</li>
<li>Pada saat itu tumpukan telah lapuk, berwarna coklat tua atau kehitaman. Kompos masuk pada tahap pematangan selama 14 hari.</li>
</ul>
</li>
<li>Penyaringan
<ul>
<li>Penyaringan dilakukan untuk memperoleh ukuran partikel kompos sesuai dengan kebutuhan serta untuk memisahkan bahan-bahan yang tidak dapat dikomposkan yang lolos dari proses pemilahan di awal proses.</li>
<li>Bahan yang belum terkomposkan dikembalikan ke dalam tumpukan yang baru, sedangkan bahan yang tidak terkomposkan dibuang sebagai residu.</li>
</ul>
</li>
<li>Pengemasan dan Penyimpanan
<ul>
<li>Kompos yang telah disaring dikemas dalam kantung sesuai dengan kebutuhan pemasaran.</li>
<li>Kompos yang telah dikemas disimpan dalam gudang yang aman dan terlindung dari kemungkinan tumbuhnya jamur dan tercemari oleh bibit <a title="Jamur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur">jamur</a> dan <a title="Benih" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benih">benih</a> <a title="Gulma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gulma">gulma</a> dan benih lain yang tidak diinginkan yang mungkin terbawa oleh <a title="Angin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Angin">angin</a>.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p><a id="Kontrol_proses_produksi_kompos" name="Kontrol_proses_produksi_kompos"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Kontrol proses produksi kompos" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=15">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Kontrol proses produksi kompos</span></h2>
<ol>
<li>Proses pengomposan membutuhkan pengendalian agar memperoleh hasil yang baik.</li>
<li>Kondisi ideal bagi proses pengomposan berupa keadaan lingkungan atau habitat dimana jasad renik (mikroorganisme) dapat hidup dan berkembang biak dengan optimal.</li>
<li>Jasad renik membutuhkan air, udara (O2), dan makanan berupa bahan organik dari sampah untuk menghasilkan energi dan tumbuh.</li>
</ol>
<p><a id="Proses_pengontrolan" name="Proses_pengontrolan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a title="Proses pengontrolan" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=16">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Proses pengontrolan</span></h3>
<p>Proses pengontrolan yang harus dilakukan terhadap tumpukan sampah adalah:</p>
<ol>
<li>Monitoring Temperatur Tumpukan</li>
<li>Monitoring Kelembaban</li>
<li>Monitoring Oksigen</li>
<li>Monitoring Kecukupan C/N Ratio</li>
<li>Monitoring Volume</li>
</ol>
<p><a id="Mutu_kompos" name="Mutu_kompos"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Mutu kompos" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=17">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Mutu kompos</span></h2>
<ol>
<li>Kompos yang bermutu adalah kompos yang telah terdekomposisi dengan sempurna serta tidak menimbulkan efek-efek merugikan bagi pertumbuhan tanaman.</li>
<li>Penggunaan kompos yang belum matang akan menyebabkan terjadinya persaingan bahan nutrien antara tanaman dengan mikroorganisme tanah yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman</li>
<li>Kompos yang baik memiliki beberapa ciri sebagai berikut :
<ul>
<li>Berwarna coklat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah,</li>
<li>Tidak larut dalam air, meski sebagian kompos dapat membentuk suspensi,</li>
<li>Nisbah C/N sebesar 10 – 20, tergantung dari bahan baku dan derajat <em>humifikasinya</em>,</li>
<li>Berefek baik jika diaplikasikan pada tanah,</li>
<li>Suhunya kurang lebih sama dengan suhu lingkungan, dan</li>
<li>Tidak berbau.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p><a id="Literatur" name="Literatur"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Literatur" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=18">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Literatur</span></h2>
<p>Isroi. 2008. <strong>KOMPOS</strong>. Makalah. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, Bogor.</p>
<p><a id="Pranala_luar" name="Pranala_luar"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a title="Pranala luar" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kompos&amp;action=edit&amp;section=19">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pranala luar</span></h2>
<ul>
<li><a class="external text" title="http://isroi.wordpress.com/2008/02/20/makalah-tentang-kompos/" rel="nofollow" href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/20/makalah-tentang-kompos/">Makalah Kompos oleh Isroi</a></li>
<li><a class="external text" title="http://isroi.wordpress.com/category/promi/" rel="nofollow" href="http://isroi.wordpress.com/category/promi/">PROMI</a></li>
<li><a class="external text" title="http://isroi.wordpress.com/2008/02/25/kompos-jerami-mudah-murah-cepat/" rel="nofollow" href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/25/kompos-jerami-mudah-murah-cepat/">Kompos Jerami</a> dan <a class="external text" title="http://isroi.wordpress.com/2008/03/08/mengatasi-masalah-pengomposan-jerami/" rel="nofollow" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/08/mengatasi-masalah-pengomposan-jerami/">Permasalahan Kompos Jerami</a></li>
<li><a class="external text" title="http://isroi.wordpress.com/2008/02/25/cara-mudah-mengomposkan-tandan-kosong-kelapa-sawit/" rel="nofollow" href="http://isroi.wordpress.com/2008/02/25/cara-mudah-mengomposkan-tandan-kosong-kelapa-sawit/">Kompos Tandan Sawit</a></li>
<li><a class="external text" title="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/mengkomposkan-seresah-rumput-dan-daun/" rel="nofollow" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/mengkomposkan-seresah-rumput-dan-daun/">Kompos Dedaunan</a></li>
<li><a class="external text" title="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/" rel="nofollow" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/25/cara-mudah-mengolah-sampah-pasar-1/">Kompos Sampah Pasar</a></li>
<li><a class="external text" title="http://isroi.wordpress.com/2008/03/16/cara-sederhana-menguji-kualitas-kompos/" rel="nofollow" href="http://isroi.wordpress.com/2008/03/16/cara-sederhana-menguji-kualitas-kompos/">Cara Sederhana Menguji Kualitas Kompos</a></li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/komposter.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/komposter.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komposter.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komposter.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komposter.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komposter.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komposter.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komposter.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komposter.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komposter.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komposter.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komposter.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komposter.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komposter.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komposter.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komposter.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komposter.wordpress.com&amp;blog=3827618&amp;post=3&amp;subd=komposter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komposter.wordpress.com/2008/05/27/kompos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a00ab5c9a06a13c5ab786bb65916945b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komposter</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/4a/Proses_dekomposisi.jpg/250px-Proses_dekomposisi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Skema Proses Pengomposan Aerobik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/6/61/Proses_pengomposan.jpg/250px-Proses_pengomposan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar profil suhu dan populasi mikroba selama proses pengomposan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/df/Kompos.jpg/225px-Kompos.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kompos Bahan Organik dan Kotoran Hewan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://komposter.wordpress.com/2008/05/27/hello-world/</link>
		<comments>http://komposter.wordpress.com/2008/05/27/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 06:18:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>komposter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komposter.wordpress.com&amp;blog=3827618&amp;post=1&amp;subd=komposter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/komposter.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/komposter.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/komposter.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/komposter.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/komposter.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/komposter.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/komposter.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/komposter.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/komposter.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/komposter.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/komposter.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/komposter.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/komposter.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/komposter.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/komposter.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/komposter.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=komposter.wordpress.com&amp;blog=3827618&amp;post=1&amp;subd=komposter&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komposter.wordpress.com/2008/05/27/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a00ab5c9a06a13c5ab786bb65916945b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">komposter</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
